Sistem pengaman Elektris Generator
Nama : Roubin B. Pangaribuan
NIM : 5113331028
Jurusan : Pendidikan Teknik Elektro
Uiversitas Negeri Medan
Sistem pengaman Elektris Generator
merupakan suatu alat yang digunakan untuk melindungi generator dari gangguan
elektris, baik yang ditimbulkan dari luar generator (sebagai contoh, gangguan
hubungan singkat pada jaringan transmisi, gangguan pada main transformers, dan pembebanan berlebih) maupun dari internal
generator (sebagai contoh, rotor hubungan ketanah, hilangnya eksitasi
generator, kenaikan suhu secara berlebih pada stator, dan fluks magnetik
berlebih pada stator).
Gangguan ini dapat dikenali dengan
menggunakan suatu perangkat bernama rele. Rele ini berperan sebagai sensing element, comparison element, dan
control element [11]. Peran rele ini adalah berfungsi
untuk [11]:
• Membunyikan alarm
dan menutup rangkaian trip dari pemutus rangkaian untuk membebaskan peralatan
dari gangguan yang terjadi.
• Melokalisir akibat
dari gangguan untuk mengurangi potensi kerusakan.
• Membebaskan
peralatan yang tidak bekerja normal untuk mencegah kerusakan peralatan.
• Memberikan
petunjuk atau indikasi dari lokasi serta jenis gangguan
• Penggunaan rele merupakan
penghematan ±0.5% himgga ±2% harga peralatan yang diamankan.
Gambar 3.4
Penempatan Peralatan Pengaman Elektris pada Generator
3.2 Klasifikasi Rele Pengaman
Elektris Generator
Terdapat beberapa macam rele yang
umum digunakan sebagai pengaman elektris pada generator. Adapun penempatan
peralatan pengaman elektris pada generator adalah sebagai berikut :
1. Rele Tegangan Lebih (Overvoltage
Relay)
Pada generator yang
besar umumnya menggunakan sistem pentanahan netral melalui transformator dengan
tahanan di sisi sekunder. Sistem pentanahan ini dimaksudkan untuk mendapatkan
nilai impedansi yang tinggi sehingga dapat membatasi arus hubung singkat agar tidak
menimbulkan bahaya kerusakan pada belitan dan saat terjadi gangguan hubung
singkat stator ke tanah.
Arus hubung singkat
yang terjadi di sekitar titik netral relatif kecil sehinga sulit untuk
dideteksi oleh rele differensial. Dengan dipasang transformator tegangan, arus
yang kecil tersebut akan mengalir dan menginduksikan tegangan pada sisi
sekunder transformator. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan rele pendeteksi
tegangan lebih yang dipasang pada sisi sekunder transformator tegangan.
Tegangan yang muncul
pada sisi sekunder transformator tegangan akan membuat rele tegangan berada
pada kondisi mendeteksi apabila perubahan tegangan melebihi nilai settingnya
dan generator akan trip.
Rangkaian ini sangat
baik karena dapat membatasi aliran arus nol yang mengalir ke dalam generator
ketika terjadi
hubung singkat fasa ke
tanah di sisi tegangan tinggi transformator tegangan.
Akan tetapi karena efek kapasitansi
pada kedua belitan transformator dapat menyebabkan adanya arus bocor urutan nol
yang dapat mengaktifkan rele tegangan lebih di sisi netral generator. Dengan
demikian rele tegangan lebih yang dipasang harus mempunyai waktu tunda yang
dapat dikoordinasikan dengan rele di luar generator. Adapun penyebab
overvoltage adalah sebagai berikut:
• Kegagalan AVR.
• Kesalahan operasi sistem eksitasi.
• Pelepasan beban saaat eksitasi
dikontrol secara manual.
• Pemisahan generator dari sistem
saat islanding.
Adapun single line diagram rele gangguan tegangan
lebih adalah seperti gambar di atas.
2. Rele Gangguan Stator Hubung Tanah (Stator Earth Fault Relay)
Ganguan
hubungan tanah adalah gangguan yang paling banyak terjadi. Arus gangguan hubung
tanah yang terjadi belum tentu cukup besar untuk dapat mengoperasikan rele arus
lebih. Oleh sebab itu, harus ada rele arus hubung tanah yang harus dapat
mendeteksi arus urutan nol, karena setiap gangguan hunung tanah menghasilkan
arus urutan nol.
Rele
gangguan tanah ini dipasang pada sirkuit stator seperti umumnya rele hubung
tanah pada sirkuit 3 fasa yaitu dengan menjumlah melalui transformator arus ke
3 fasa yang ada. Jika tidak terdapat gangguan hubung tanah jumlah ini sama
dengan 0, tapi jika terdapat gangguan hubung tanah maka jumlah ini tidak sama
dengan 0 lalu rele akan bekerja.
Rele
ini akan mendeteksi gangguan hubung tanah yang terjadi pada sirkuit yang
terhubung dengan sirkuit stator dari generator. Untuk membatasi pendeteksian
gangguan hubung tanah yang terjadi pada stator generator saja dipakai rele
hubung tanah terbatas, dimana jumlah arus deri 3 fasa tersebut dijumlah lagi
dengan arus yang dideteksi transformator arus pada konduktor pentanahan titik
netral generator.
Rele
hubung tanah terbatas sesungguhnya merupakan rele diferensial khusus yang
dirangkai untuk mendeteksi gangguan stator hubung tanah. Adapun single line
diagram rele gangguan stator hubung tanah adalah sepertri gambar di atas.
Sedangkan single
line diagram rele gangguan stator hubung tanah terbatas adalah sebagai
berikut :
Gambar 3.7 Single Line Diagram Rele
Gangguan Stator Hubung Tanah Terbatas
3. Rele Daya Balik
(Reverse Power Relay)
Rele daya balik berfungsi untuk mendeteksi aliran daya
balik aktif yang masuk pada generator. Berubahnya aliran daya aktif pada arah
generator akan membuat generator menjadi motor, dikenal sebagai peristiwa motoring.
Pengaruh ini disebabkan oleh pengaruh rendahnya input daya dari prime mover.
Bila
daya input ini tidak dapat mengatasi rugi-rugi daya yang ada maka kekurangan
daya dapat diperoleh dengan menyerap daya aktif dari jaringan. Selama penguatan
masih ada maka aliran daya aktif generator sama halnya dengan saat generator
bekerja sebagai motor, sehingga daya aktif masuk ke generator dan daya reaktif
dapat masuk atau keluar dari generator.
Gambar 3.8 Single
Line Diagram Rele Daya Balik
Peristiwa motoring ini dapat juga menimbulkan kerusakan lebih parah pada turbin ketika aliran uap berhenti. Temperatur sudu-sudu akan naik akibat rugi gesekan turbin dengan udara. Untuk itu di dalam turbin gas dan uap dilengkapi sensor aliran dan temperatur yang dapat memberikan pesan pada rele untuk trip. Akan tetapi pada generator juga dipasng rele daya balik yang berfungsi sebagai cadangan bila pengaman di turbin gagal bekerja. Adapun single line diagram rele daya balik adalah seperti gambar di atas.
Peristiwa motoring ini dapat juga menimbulkan kerusakan lebih parah pada turbin ketika aliran uap berhenti. Temperatur sudu-sudu akan naik akibat rugi gesekan turbin dengan udara. Untuk itu di dalam turbin gas dan uap dilengkapi sensor aliran dan temperatur yang dapat memberikan pesan pada rele untuk trip. Akan tetapi pada generator juga dipasng rele daya balik yang berfungsi sebagai cadangan bila pengaman di turbin gagal bekerja. Adapun single line diagram rele daya balik adalah seperti gambar di atas.
Pada gambar tersebut,
apabila terjadi gangguan pada F1, maka rele akan men-trip CB2, apabila gangguan
terjadi pada F2, maka rele tidak akan men-trip CB2 karena arah aliran arus yng
terbalik dari kanan ke kiri.
4. Rele Gangguan Rotor Hubung Tanah
(Rotor Earth Fault Relay )
Hubung tanah dalam
sirkuit rotor, yaitu hubung singkat antara konduktor rotor dengan badan rotor
dimana dapat menimbulkan distorsi medan magnet yang dihasilkan rotor dan
selanjutnya dapat menimbulakn getaran (vibrasi) berlebihan dalam generator.
Oleh karena itu, hal ini harus dihentikan oleh rele rotor hubung tanah. Karena
sirkuit rotor adalah sirkuit arus searah, maka rele rotor hubung tanah pada
prinsipnya merupakan rele arus lebih untuk arus searah. Adapun single line
diagram rele gangguan rotor hubung tanah adalah sebagai berikut :
Gambar 3.9 Single Line Diagram Rele
Gangguan Rotor Hubung Tanah
Pada gambar di atas, ketika tidak ada gangguan maka arus simetri, {Ir = Ia+Ib+Ic =0}, namun ketika terjadi gangguan hubung singkat ke tanah, maka arus menjadi tak simetri {Ir = Ia+Ib+Ic = 3Iao}, sehingga terdapat arus yang mengalir pada rele dan membuat rele mendeteksi gangguan.
5. Rele Fasa Urutan Negatif (Negative Phase Sequence Relay)
Arus yang tidak seimbang pada stator akan menimbulkan arus urutan negatif dalam stator. Arus urutan negatif ini akan menimbulkan medan magnet yang berlawanan arah terhadap rotor dan menghasilkan arus putar eddy. Pada permukaan rotor, arus pusar ini akan menimbulkan panas yang pada akhirnya dapat menyebabkan overheat. Efek pemanasan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kerusaka pada struktur bagian-bagian rotor yang juga dapat menimbulkan getaranpada
rotor. Karena material
rotor memiliki batas temperatur yang dinyatakan dalam :
I2 . t = K
Dimana, I2 = Arus
urutan fasa
T = waktu
K = karakteristik kerja
Rumus tersebut
menunjukkan hubungan antara arus negatif dan batas waktu yang diijinkan
mengalir pada generator. Rele arus urutan negatif berfungsi untuk mendeteksi
dengan karakteristik invers. Hal ini dikareakan setiap jenis mesin sinkron
memiliki harga yang berbeda.
6. Rele Diferensial (Differential Relay)
Rele ini berfungsi untuk mendeteksi gangguan dalam kumparan stator generator dan harus bekerja lebih cepat daripada rele arus lebih agar terdapat selektifitas. Prinsip kerja rele ini adalah membandingkan arus yang masuk dan keluar dari kumparan stator generator. Apabila terdapat selisih, berarti terdapat gangguan dalam kumparan stator generator. CT pertama dipasang pada bagian dekat pentanahan stator, sedangkan CT kedua dipasang pada bagian output stator. Selisih arus yang terdeteksi di antara kedua zona inilah yang mengoperasikan rele diferensial. Adapun single line diagram rele diferensial adalah sebagai berikut :
Dalam keadaan normal Ir= I’2 - I’’2
=0 rele tidak kerja
Gangguan di K Ir= I’2 rele kerja
Gangguan di bus B Ir= I’2 - I”2 =0
rele tidak kerja
7. Rele Arus Lebih (Overcurrent
Relay)
Rele ini berfungsi mendeteksi arus
lebih yang mengalir dalam kumparan stator generator. Arus yang berlebihan dapat
terjadi pada kumparan stator generator atau di dalam kumparan rotor. Arus yang
berlebihan pada kumparan stator dapat terjadi karena pembebanan berlebihan
terhadap generator. Adapun single line diagram rele arus lebih adalah
sebagai berikut :
Keterangan, CB = Circuit Breaker
TC = Trip Coil CB
I = Arus yang
mengalir pada saluran yang diamankan
CT = Transformator
Arus
Ir = Arus yang
mengalir pada rele
C = Rele arus lebih
Ip = Arus pick-up
dari rele
8. Rele Gangguan Frekuensi
(Frequency Fault Relay)
Rele ini berfungsi
untuk mendeteksi adanya perubahan frekuensi dalam nilai yang besar secara tiba
– tiba. Kisaran frekuensi yang diijinkan adalah ±3% sampai ±7% dari nilai
frekuensi nominal. Penurunan frekuensi disebabkan oleh adanya kelebihan
permintaan daya aktif di jaringan atau kerusakan regulator frekuensi. Frekuensi
yang turun menyebabkan naiknya arus magnetisasi pada generator yang
akan menaikkan
temperatur. Pada turbin uap, hal tersebut akan mereduksi umur blade pada
rotor. Kenaikan frekuensi disebabkan oleh adanya penurunan permintaan daya
aktif pada jaringan atau kerusakan regulator frekuensi. Frekuensi yang naik
akan menyebabkan turunnya nilai arus magnetisasi pada generator yang akan
menyebabkan generator kekurangan medan penguat. Sensor rele frekuensi dipasang
pada tiap fasa yang keluar dari generator.
9. Rele Impedansi (Impedance Relay)
Rele ini berfungsi
untuk mendeteksi gangguan antar fasa pada posisi output generator (di saluran
penghantar atau feeder). Dengan adanya setting keterlambatan
waktu, rele ini memberi kesempatan terlebih dahulu pada rele penghantar untuk
mengatasi gangguan tersebut. Sensor rele ini berupa transformator tegangan,
transformator arus, serta elemen directional yang hanya melihat gangguan
yang ada pada posisi output generator saja, sehingga apabila terjadi gangguan
dalam generator itu sendiri atau pada input generator (turbin atau exciter),
rele tidak akan bekerja karena zona tersebut tidak berada dalam zona pengamanan
yang dapat diamankan oleh rele impedansi.
Gambar 3.12 Single Line Diagram Rele
Impedansi
Keterangan : C = elemen starting
P = power directional
D = elemen/rele jarak
ratio Ur/Ir = Zfault
Sinyal pada rele tidak tergantung
pada arus gangguan, tetapi tergantung jarak dimana gangguan terjadi, berhubungan
dengan parameter saluran dimana Z = f ( I ).
10. Rele Kehilangan Medan Penguat
Rotor (Lost of Rotor Excitation Relay)
Hilangnya medan
penguat pada rotor akan mengakibatkan generator kehilangan sinkronisasi dan
berputar di luar kecepatan sinkronnya sehingga generator beroperasi sebagai
generator asinkron. Daya reaktif yang diambil dari sistem ini akan dapat
melebihi rating generator sehingga
menimbulkan overload
pada belitan stator dan menimbulkan overheat yang menimbulkan
penurunan tegangan generator.
Hilangnya medan penguat rotor dapat dideteksi dengan kumparan yang dipasang paralel dengan main exciter dan kumparan rotor generator. Pada kumparan ini akan mengalir arus yang apabila nilainya kurang dari arus setting yang diinginkan, maka akan membuat rele mengeluarkan sinyal alarm atau trip.
11. Rele Kehilangan Sinkronisasi
(Out of Synchronism Relay)
Peristiwa lepasnya
sinkronisasi pada generator yang sedang beroperasi disebabkan oleh generator
yang beroperasi melampaui batas stabilnya. Yang dimaksud dengan stabilitas
adalah kemampuan sistem untuk kembali bekerja normal setelah mengalami sesuatu
seperti perubahan beban, switching, dan gangguan lain. Gangguan tersebut akan
berdampak pada tidak sinkronnya tegangan generator dan sistem. Untuk mengamankan generator
yang berkapasitas beban besar terhadap peristiwa ayunan beban dari kondisi tak
sinkron digunakan rele lepas sinkron. Rele ini mendeteksi besar impedansi (arus
dan tegangan sistem). Apabila kondisi sistem akan memasuki impedansi generator
maka rele tersebut akan mengaktifkan rele untuk trip PMT generator. Rele
impedansi merupakan backup bagi rele ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar