Proteksi Sistem Tenaga Listrik (Roubin B. Pangaribuan, Pendidikan Teknik Elektro 2011)

Rabu, 06 Juni 2012

Sistem pengaman Elektris Generator


Sistem pengaman Elektris Generator
Nama : Roubin B. Pangaribuan
NIM : 5113331028
Jurusan : Pendidikan Teknik Elektro
Uiversitas Negeri Medan


Sistem pengaman Elektris Generator merupakan suatu alat yang digunakan untuk melindungi generator dari gangguan elektris, baik yang ditimbulkan dari luar generator (sebagai contoh, gangguan hubungan singkat pada jaringan transmisi, gangguan pada main transformers, dan pembebanan berlebih) maupun dari internal generator (sebagai contoh, rotor hubungan ketanah, hilangnya eksitasi generator, kenaikan suhu secara berlebih pada stator, dan fluks magnetik berlebih pada stator).
Gangguan ini dapat dikenali dengan menggunakan suatu perangkat bernama rele. Rele ini berperan sebagai sensing element, comparison element, dan control element [11]. Peran rele ini adalah berfungsi untuk [11]:
• Membunyikan alarm dan menutup rangkaian trip dari pemutus rangkaian untuk membebaskan peralatan dari gangguan yang terjadi.
• Melokalisir akibat dari gangguan untuk mengurangi potensi kerusakan.
• Membebaskan peralatan yang tidak bekerja normal untuk mencegah kerusakan peralatan.
• Segera membaskan bagian yang terganggu.

Rabu, 30 Mei 2012

Proteksi Kabel Saluran Bawah Tanah 150 pada Gardu Induk



Proteksi Kabel Saluran Bawah Tanah 150 Kv
 Dalam Pendistribusian Dari Sati Gardu Induk Ke Gardu Induk Lain




Nama : Roubin B. Pangaribuan
NIM : 5113331028
Mata Kuliah : Proteksi Sistem Tenaga Listrik
Jurusan : Pendidikan Teknik Elektro
Universitas Negeri Medan

Abstrak
            Kebutuhan tenaga listrik di perkotaan menuntut penyediaan tenaga listrik yang memadai baik dari segi kualitas dan kuantitas. Untuk memenuhi kuantitas daya yang dibutuhkan, usaha yang dilakukan adalah dengan dibangunnya Gardu Induk di dalam kota. Karena terbatasnya lahan untuk penyaluran daya antara Gardu aternative yang digunakan dengan pemakaian jenis kabel berisi minyak (oil filled cable) untuk saluran transmisi bawah tanah, karena kabel tersebut memiliki tanah lebih besar bila dibandingkan dengan biaya pembangunan saluran transmisi udara. Saluran transimis bawah tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, seperti temperature tanah, hambatan thermal dari tanah dan kedalaman penanaman kabel. Kegagalan isolasi (break down) dapat terjadi karena terbentuknya kantong-kantong udara (voids) didalam bahan isolasi yang diakibatkan kenaikan suhu penghantar. Dengan semakin besarnya tekanan pada kantong-kantong udara tersebut akan menimbulkan pelepasan muatan yang menembus isolasi. Kegagalan isolasi atau gangguan yang terjadi dapat mengakibatkan kerugian yang besar.


I.         Pendahuluan
Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk di daerah perkotaan, maka permintaan penambahan beban dari konsumen listrik kepada PT. PLN (Persero) semakin meningkat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, dituntut adanya peningkatan pelayanan sistem kelistrikan yang handal dan keamanan yang memadai, tanpa mengesampingkan segi keindahan serta peningkatan kapasitas yang sudah ada selama ini, maka sistem jaringan transmisi bawah tanah merupakan solusi terbaik untuk melayani penambahan beban walaupun dari segi biaya lebih mahal dibandingkan dengan jaringan transmisi udara.
Bila dibandingkan transmisi udara, saluran bawah tanah sebenarnya mempunyai kelemahan yang lebih menonjol dari pada keunggulannya. Dari segi teknis, salah satu kelemahan yang menonjol pada saluran transmisi bawah tanah adalah kemampuan membawa arus akan lebih rendah bila dibandingkan dengan saluran transmisi udara,